WISATA BALI

Bila mendengar nama Pula Dewata, pikiran kita akan langsung tertuju ke Pulau Bali. Yah, siapa yang tidak tahu pulau Bali, pulau yang tidak asing lagi bagi mereka yang suka berwisata. Pulau Bali sudah menjadi salah satu destinasi tujuan wisata tingkat Internasional. Hal ini dikarenakan daya tarik pulau Bali itu sendiri misalnya seperti kultur budaya dan tempat wisatanya. Di Pulau Bali banyak tempat wisata yang sangat menarik, misalanya saja berbagai wisata pantai yang hampir semuanya mempunyai pemandangan yang indah dan mempesona.

Bali menawarkan keindahan alam yang sampai sekarang masih menjadi tujuan populer para turis lokal maupun turis mancanegara. Biasanya turis asing suka mengambil rute Jogja – Bromo – Bali atau sebelum ke Bali mampir ke Kawah Ijen terlebih dahulu.

Berikut ini daftar  tempat wisata di Bali yang wajib di kunjungi karena paling Populer dan menarik :

Pantai Kuta

Sejak dahulu Pantai Kuta merupakan salah satu tempat wisata di Bali yang paling terkenal dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun asing, beberapa faktor lain karena lokasinya yang cukup dekat dari bandara, pantainya indah, biaya murah, dan ombak di Pantai Kuta ini cocok untuk para peselancar yang masih pemula.

Pantai Kuta terkenal akan keindahan sunset / matahari tenggelamnya yang menawan. Sebelumnya Pantai Kuta dahulu merupakan sebuah pelabuhan yang besar, menjadi pusat perdagangan di Bali.

Memiliki Pasir putih dan laut biru, dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang sudah sangat lengkap, Pantai Kuta sekarang menjadi primadona wisata Bali.

Pantai yang menjadi tempat wisata di Bali paling terkenal ini katanya mempunyai pemandangan Sunset terbaik di dunia, pantai ini sudah jadi tempat wisata sejak tahun 70-an silam.

Banyak seklali wisatawan asal manca negara yang berwisata ke pantai ini. Lokasi Pantai Kuta berada di Kabupaten Badung, jaraknya sekitar 1,5 km jika dari Bandara Ngurah Rai dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 5 menit dan jika dari kota Denpasar, dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 20 menit.

Pantai Sanur

Pantai Sanur menjadi surga bagi para peselancar (Surfing) karena obak yang dimiliki pantai ini sangat cocok untuk berselancar, tidak heran jika para wisatawan asing sangat menyukai tempat wisata di Bali yang satu ini.

Lokasi pantai Sanur berada di arah sebelah timur kota Denpasar. Tidak jauh dari Pantai Sanur Anda dapat menemukan tempat wisata selam dan snorkeling. Lokasi selam disini sangat cocok untuk para penyelam mulai dari semua tingkat keahlian. Jika pantai Kuta sangat terkenal dengan Sunsetnya yang indah, Pantai Sanur ini terkenal dengan Sunrise nya atau matahari terbitnya.

 Tanah Lot

Tanah Lot merupakan tempat wisata di Bali yang wajib dikunjungi karena memiliki keindahan alam yang luar biasa, terutama pada waktu matahari akan terbenam.Di Tanah Lot terdapat 2 Pura yang merupakan sebuah pura tempat untuk memuja dewa laut. Pura Tanah Lot ini terdapat di atas sebuah batu karang yang besar dan ada di pinggir laut

Ketika air laut sedang pasang, anda tidak bisa mendekat ke Pura Tanah Lot dikarenakan sekitar batu karang yang menyangga Pura Tanah Lot ini akan dikelilingi air laut.Pada waktu air laut surut Anda bisa melihat beberapa ular laut yang jinak disini dan menurut penduduk setempat, ular ini adalah penjaga Pura Tanah Lot. Selain itu, di lokasi wisata yang satu ini Anda juga bisa memegang ular suci yang jinak tersebut dan tidak membahayakan.4. Danau Beratan Bedugul

Danau Beratan Bedugul

Lokasi Danau Beratan Bedugul terdapat di daerah pegunungan dengan dikelilingi oleh suasana alam yang sangat asri. Di Danau Beratan Bedugul terdapat sebuah pura yang bernama Pura Ulun Danu.

Pura Ulun Danu berada di pinggir Danau Beratan Bedugul dan menjadi salah satu daya tarik yang utama dari Danau Beratan Bedugul.Disini para wisatawan juga bisa menikmati permainan air dengan menyewa perahu yang tersedia di Danau Beratan Bedugul. Lokasi Bedugul terdapat di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Untuk dapat sampai ke Bedugul para wisatawan yang ingin berkunjung harus menempuh jarak kurang lebih sekitar 6 km jika dari Bandara Ngurah Rai.Dan apabila Anda menempuh perjalanan dari Kota Singaraja jaraknya sekitar 41 km melewati perjalanan darat.

Demikian daftar Tempat Wisata Populer di Pulau Bali. Bila Anda ingin berkunjung ke pulau Bali kami siap mengantarkan anda. Kami sediakan berbagai Paket Wisata Bali yang cukup representative.

Bali adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Denpasar. Bali juga merupakan salah satu pulau di Kepulauan Nusa Tenggara. Di awal kemerdekaan Indonesia, pulau ini termasuk dalam Provinsi Sunda Kecil yang beribu kota di Singaraja, dan kini terbagi menjadi 3 provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.[4][5]

Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Serangan, dan Pulau Menjangan.

Secara geografis, Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.

Geografi

Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara geografis, Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.

Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian utara, bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai.

Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan di antara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi, yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas dan Gunung Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan, yaitu Danau Beratan atau Bedugul, Buyan, Tamblingan, dan Batur. Alam Bali yang indah menjadikan pulau Bali terkenal sebagai daerah wisata.

Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat kesenian dan peristirahatan, terletak di Kabupaten Gianyar. Nusa Lembongan adalah sebagai salah satu tempat menyelam (diving), terletak di Kabupaten Klungkung. Sedangkan Kuta, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan utama pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan, spa, dan lain-lain, terletak di Kabupaten Badung.

Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 8 kabupaten, 1 kotamadya, 55 kecamatan, dan 701 desa/kelurahan.

Batas wilayah

Utara Laut Bali
Selatan Samudera Hindia
Barat Selat Bali, Provinsi Jawa Timur
Timur Selat Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sejarah

Sawah di sekitar Candi Tebing Gunung Kawi, Tampaksiring, Bali.

Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali ‘pejuang kemerdekaan’. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.

Pada 20 November 1945, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.

Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta. Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah provinsi dari Republik Indonesia.

Letusan Gunung Agung yang terjadi pada tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian pada masa awal Orde Barutersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.[6]

Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.

Demografi

Lahan sawah di Bali

Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa lebih, dengan mayoritas 83,5% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah Buddha(0,54%), Islam (13,37%), Kristen Protestan (1,66%), Katolik 0.88%, Konghucu 0.01% dan Aliran Kepercayaan 0.01%. Agama Islamadalah agama minoritas terbesar di Bali dengan penganut kini mencapai 13,37% berdasarkan sensus terbaru pada Januari 2014.

Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan, yang paling dikenal dunia dari pertanian di Bali ialah sistem Subak. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah bahasa Indonesia, Bali dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata.

Bahasa Bali dan bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali dan sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama Hindu Dharma dan keanggotan klan (istilah Bali: sorohgotra); meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang. Di beberapa tempat di Bali, ditemukan sejumlah pemakai bahasa Jawa.

Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada pusat-pusat informasi wisatawan di Bali, sering kali juga memahami beberapa bahasa asing dengan kompetensi yang cukup memadai. Bahasa Jepang juga menjadi prioritas pendidikan di Bali.

Ekonomi

Tiga dekade lalu, perekonomian Bali sebagian besar mengandalkan dan berbasis pada pertanian baik dari segi output dan kesempatan kerja. Sekarang, industri pariwisata menjadi objek pendapatan terbesar bagi Bali. Hasilnya, Bali menjadi salah satu daerah terkaya di Indonesia. Pada tahun 2003, sekitar 80% perekonomian Bali bergantung pada industri pariwisata. Pada akhir Juni 2011, non-performing loan dari semua bank di Bali adalah 2,23%, lebih rendah dari rata-rata non-performing loan industri perbankan Indonesia (sekitar 5%). Ekonomi, bagaimanapun menderita secara signifikan sebagai akibat dari Bom Bali 2002 dan Bom Bali 2005. Industri pariwisata sendiri telah pulih dari akibat peristiwa ini.

Pariwisata

Bali adalah primadona pariwisata Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Selain terkenal dengan keindahan alam, terutama pantainya, Bali juga terkenal dengan kesenian dan budayanya yang unik dan menarik. Industri pariwisata berpusat di Bali Selatan dan di beberapa daerah lainnya. Lokasi wisata yang utama adalah Kuta dan sekitarnya seperti Legian dan Seminyak, daerah timur kota seperti Sanur, pusat kota seperti Ubud, dan di daerah selatan seperti Jimbaran, Nusa Dua dan Pecatu. Bali sebagai tempat tujuan wisata yang lengkap dan terpadu memiliki banyak sekali tempat wisata menarik, antara lain : Pantai Kuta, Pura Tanah Lot, Pantai Padang – Padang, Danau Beratan Bedugul, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pantai Lovina dengan Lumba Lumbanya, Pura Besakih, Uluwatu, Ubud, Munduk, Kintamani, Amed, Tulamben, Pulau Menjangan dan masih banyak yang lainnya. Kini, Bali juga memiliki beberapa pusat wisata yang sarat edukasi untuk anak-anak seperti kebun binatang, museum tiga dimensi, taman bermain air, dan tempat penangkaran kura-kura.

Transportasi

Bali tidak memiliki jaringan rel kereta api namun jaringan jalan yang ada di pulau ini tergolong sangat baik dibanding daerah-daerah lain di Indonesia, jaringan jalan tersedia dengan baik khususnya ke daerah-daerah tujuan wisatawan yakni Legian, Kuta, Sanur, Nusa Dua, Ubud, dll. Sebagian besar penduduk memiliki kendaraan pribadi dan memilih menggunakannya karena moda transportasi umum tidak tersedia dengan baik, kecuali taksi dan angkutan pariwisata. Moda transportasi massal saat ini disiapkan agar Bali mampu memberi kenyamanan lebih terhadap para wisatawan. Baru-baru ini untuk melayani kebutuhan transportasi massal yang layak di pulau Bali diluncurkan Trans Sarbagita (Trans Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) Menggunakan Bus besar dengan fasilitas AC dan tarif Rp 3.500.

Sampai sekarang, transportasi di Bali umumnya dibangun di Bali bagian selatan sekitar Denpasar,Kuta, Nusa Dua, dan Sanur sedangkan wilayah utara kurang memiliki akomodasi yang baik.

Jenis kendaraan umum di Bali atara lain:

  • Dokar, kendaraan dengan menggunakan kuda sebagai penarik dikenal sebagai delman di tempat lain
  • Ojek, taksi sepeda motor
  • Bemo/angkot, melayani dalam dan antarkota
  • Bus Trans Sarbagita ( Koridor 1 < Kota – Garuda Wisnu Kencana (GWK) >) Dan (Koridor 2 < Nusa Dua – Batubulan>)
  • Taksi
  • Komotra, bus yang melayani perjalanan ke kawasan pantai Kuta dan sekitarnya
  • Bus, melayani hubungan antarkota, pedesaan, dan antarprovinsi.

Bali terhubung dengan pulau Jawa dengan layanan kapal feri yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk di kabupaten Jembrana dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi yang lama tempuhnya sekitar 30 hingga 45 menit saja. Penyeberangan ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar yang memakan waktu sekitar empat sampai lima jam lamanya tergantung cuaca.

Transportasi udara dilayani oleh Bandara Internasional Ngurah Rai dengan destinasi ke sejumlah kota besar di Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, Timor Leste, RRC serta Jepang. Landas pacu dan pesawat terbang yang datang dan pergi bisa terlihat dengan jelas dari pantai dan menjadi semacam hiburan tambahan bagi para wisatawan yang menikmati pantai Bali.

Untuk transportasi darat antar pulau di bali ada terminal Ubung-Denpasar dan terminal Mengwi yang menghubungkan pulau Bali dengan Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Terminal Ubung di pulau Bali ini melayani berbagai rute antar pulau tujuan Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Madura, Jember, dll. Angkutan antar pulau dilayani oleh armada bus besar dengan kelas ekonomi, bisnis dan eksekutif. Terminal Ubung relatif ramai mulai pukul 15.00 wita-18.00 wita karena pada jam tersebut banyak bus yang mulai berangkat ke kota tujuuan masing-masing. Bagi anda yang datang keterminal ini harap waspada karena banyak calo yang agak memaksa penumpang.

Pemerintahan

 Peta topografi Pulau Bali

Daftar kabupaten dan kota di Bali

No. Kabupaten/Kota Pusat pemerintahan Bupati/Wali Kota Kecamatan Kelurahan/desa Logo

Coat of arms of Bali.svg
1 Kabupaten Badung Mangupura I Nyoman Giri Prasta Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Badung.png
2 Kabupaten Bangli Bangli I Made Gianyar Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Kab Bangli.png
3 Kabupaten Buleleng Singaraja Putu Agus Suradnyana Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Kabupaten Buleleng.png
4 Kabupaten Gianyar Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Kab Gianyar.png
5 Kabupaten Jembrana Negara I Putu Artha Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Kab Jembrana.png
6 Kabupaten Karangasem Amlapura I Gusti Ayu Mas Sumatri Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Kabupaten Karangasem.png
7 Kabupaten Klungkung Klungkung I Nyoman Suwirta Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Kabupaten Klungkung.png
8 Kabupaten Tabanan Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Kabupaten Tabanan.png
9 Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra Daftar kecamatan Daftar kelurahan
Lambang Kota Denpasar (1).png

Daftar gubernur[sunting | sunting sumber]

No Gubernur Mulai Jabatan Akhir Jabatan Ket. Wakil
Gubernur
Anak agung bagus sutedja.gif Anak Agung Bagus Sutedja
1950
1958
[ket. 1]
Tidak ada
1
Coat of arms of Bali.svg
I Gusti Bagus Oka
1958
1959
2
Anak agung bagus sutedja.gif Anak Agung Bagus Sutedja
1959
1965
[ket. 2]
3
Coat of arms of Bali.svg
I Gusti Putu Martha
1965
1967
4
Soekarmen.jpg Soekarmen
1967
1978
5
Gubernur Bali Ida Bagus Mantra.JPG Ida Bagus Mantra
1978
1988
6
Ib oka.gif Ida Bagus Oka
1988
1998
7
Dewa beratha.jpg Dewa Made Beratha
1998
2003
2003
2008
I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan
8
Pastika Gubernur Bali.jpg I Made Mangku Pastika 28 Agustus 2008 28 Agustus 2013
Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
28 Agustus 2013 Petahana
I Ketut Sudikerta

Perwakilan

Empat anggota DPD (2014-2019) dari Provinsi Bali adalah SHRI IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra S, I Kadek Arimbawa, AA NGR Oka Ratmadi dan Gede Pasek Suardika.

Berdasarkan hasil Pemilihan Umum Legislatif 2014, Bali mengirimkan sembilan anggota DPR ke DPR RI.

Pada tingkat provinsi, DPRD Bali dengan 55 kursi tersedia dikuasai oleh PDI-P dengan 24 kursi, disusul Partai Golkar dengan sebelas kursi dan Partai Demokrat dengan delapan kursi.

Kursi %
PDI-P 24
Partai Golkar 11
Partai Demokrat 8
Partai Gerindra 7
Partai NasDem 2
PAN 1
PKPI 1
Partai Hanura 1
Total 55

Budaya

Musik

Seperangkat gamelan Bali.

Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam teknik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya gamelan jegoggamelan gong gedegamelan gambanggamelan selunding dan gamelan Semar Pegulingan. Ada pula musik Angklungdimainkan untuk upacara ngaben serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.

Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling memengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangiserta musik tradisional masyarakat Lombok.

  • Gamelan
  • Jegog
  • Genggong
  • Silat Bali

Tari

Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok, yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung dan balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.

Pakar seni tari Bali I Made Bandem pada awal tahun 1980-an pernah menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali misalnya BerutukSang Hyang DedariRejang dan Baris Gede, bebali antara lain ialah GambuhTopeng Pajegan dan Wayang Wong, sedangkan balih-balihan antara lain ialah LegongParwaArjaPrembon dan Joged serta berbagai koreografi tari modern lainnya.

Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak dan Tari Pendet. Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sang Hyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.

 Penari belia sedang menarikan Tari Belibis, koreografi kontemporer karya Ni Luh Suasthi Bandem.

 Pertunjukan Tari Kecak.

Tarian wali

  • Sang Hyang Dedari
  • Sang Hyang Jaran
  • Tari Rejang
  • Tari Baris

Tarian bebali

  • Tari Topeng
  • Gambuh

Tarian balih-balihan

  • Tari Legong
  • Arja
  • Joged Bumbung
  • Drama Gong
  • Barong
  • Tari Pendet
  • Tari Kecak
  • Calon Arang
  • Tari Janger

Pakaian daerah

Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.

Pria

 Anak-anak Ubud mengenakan udeng, kemeja putih dan kain.

Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:

  • Udeng (ikat kepala)
  • Kain kampuh
  • Umpal (selendang pengikat)
  • Kain wastra (kemben)
  • Sabuk
  • Keris
  • Beragam ornamen perhiasan

Sering pula dikenakan baju kemeja, jas dan alas kaki sebagai pelengkap.

Wanita

Para penari cilik mengenakan gelung, songket dan kain prada.

Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:

  • Gelung (sanggul)
  • Sesenteng (kemben songket)
  • Kain wastra
  • Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada
  • Selendang songket bahu ke bawah
  • Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam
  • Beragam ornamen perhiasan

Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap.

Makanan

Makanan utama

Jajanan[sunting | sunting sumber]

Senjata

  • Keris
  • Tombak
  • Tiuk
  • Taji
  • Kandik
  • Caluk
  • Arit
  • Udud
  • Gelewang
  • Trisula
  • Panah
  • Penampad
  • Garot
  • Tulud
  • Kis-Kis
  • Anggapan
  • Berang
  • Blakas
  • Pengiris
  • Pengutik
  • Tah

Rumah Adat

Rumah Bali yang sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali (bagian Weda yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan, layaknya Feng Shui dalam Budaya China)

Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan dan parahyangan. Untuk itu pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut Tri Hita Karana. Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.

Pada umumnya bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *