PAKET WISATA MALANG

Destinasi:

  • KETERANGAN:
    > 2 pax (peserta) harga Rp.,00-> 3 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 4 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 5 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 6 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 7-12 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 14-17 pax (peserta) harga Rp.,00-

    >> NB:Lebih atau Kurang?Hubungi kami langsung

  • FASILITAS:
    1.Transportasi Standart Pariwisata Menyesuaikan Jumlah Peserta
    2.Akomodasi Hotel Semalam
    3.Air Mineral
    4.Retribusi Parkir
    5.Tol
    6.Tempat Wisata
    7.Guide Selama Perjalanan
    8.Makan 5X
    9.Tiket Gerbang Utama Tempat Wisata
  • KETENTUAN:
    – Harga Untuk Perorangan
    – Harga Tidak Termasuk Tiket Pesawat/Kereta Api
    – Harga Berlaku Untuk Wisatawan Dalam Negeri

PAKET WISATA BALI

Destinasi:

  • KETERANGAN:
    > 2 pax (peserta) harga Rp.,00-> 3 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 4 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 5 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 6 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 7-12 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 14-17 pax (peserta) harga Rp.,00-

    >> NB:Lebih atau Kurang?Hubungi kami langsung

  • FASILITAS:
    1.Transportasi Standart Pariwisata Menyesuaikan Jumlah Peserta
    2.Akomodasi Hotel Semalam
    3.Air Mineral
    4.Retribusi Parkir
    5.Tol
    6.Tempat Wisata
    7.Guide Selama Perjalanan
    8.Makan 5X
    9.Tiket Gerbang Utama Tempat Wisata
  • KETENTUAN:
    – Harga Untuk Perorangan
    – Harga Tidak Termasuk Tiket Pesawat/Kereta Api
    – Harga Berlaku Untuk Wisatawan Dalam Negeri

PAKET WISATA BROMO

Destinasi:

  • KETERANGAN:
    > 2 pax (peserta) harga Rp.,00-> 3 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 4 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 5 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 6 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 7-12 pax (peserta) harga Rp.,00-

    > 14-17 pax (peserta) harga Rp.,00-

    >> NB:Lebih atau Kurang?Hubungi kami langsung

  • FASILITAS:
    1.Transportasi Standart Pariwisata Menyesuaikan Jumlah Peserta
    2.Akomodasi Hotel Semalam
    3.Air Mineral
    4.Retribusi Parkir
    5.Tol
    6.Tempat Wisata
    7.Guide Selama Perjalanan
    8.Makan 5X
    9.Tiket Gerbang Utama Tempat Wisata
  • KETENTUAN:
    – Harga Untuk Perorangan
    – Harga Tidak Termasuk Tiket Pesawat/Kereta Api
    – Harga Berlaku Untuk Wisatawan Dalam Negeri

PAKET WISATA KAWAH IJEN

Destinasi:

  • WISATA GUNUNG IJEN (BLUE FIRE)
  • PANTAI BANGSRING
  • PULAU TABUHAN
  • KETERANGAN:
    > 2 pax (peserta) harga Rp.1.576.000,00-> 3 pax (peserta) harga Rp.1.210.000,00-> 4 pax (peserta) harga Rp.1.089.000,00-

    > 5 pax (peserta) harga Rp.956.000,00-

    > 6 pax (peserta) harga Rp.918.000,00-

    > 7-12 pax (peserta) harga Rp.840.000,00-

    > 14-17 pax (peserta) harga Rp.745.000,00-

    >> NB:Lebih atau Kurang?Hubungi kami langsung

  • FASILITAS:
    1.Transportasi Standart Pariwisata Menyesuaikan Jumlah Peserta
    2.Akomodasi Hotel Semalam
    3.Air Mineral
    4.Retribusi Parkir
    5.Tol
    6.Tempat Wisata
    7.Guide Selama Perjalanan
    8.Makan 5X
    9.Tiket Gerbang Utama Tempat Wisata
  • KETENTUAN:
    – Harga Untuk Perorangan
    – Harga Tidak Termasuk Tiket Pesawat/Kereta Api
    – Harga Berlaku Untuk Wisatawan Dalam Negeri

WISATA KAWAH IJEN

Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.443 mdpl dan terletak berdampingan dengan Gunung Merapi. Gunung Ijen terakhir meletus pada tahun 1999. Salah satu fenomena alam yang paling terkenal dari Gunung Ijen adalah kawah yang terletak di puncaknya. Untuk mendaki ke gunung ini bisa berangkat dari Banyuwangi ataupun dari Bondowoso.

Gunung Ijen (kiri) berdampingan dengan Gunung Merapi (kanan).

Rute pendakian

Untuk mencapai kawah Gunung Ijen dari Banyuwangi, bisa menggunakan kereta api ekonomi dengan tujuan Banyuwangi dan turun di Stasiun Karangasem kemudian naik ojek dengan tujuan Kecamatan Licin dan Desa Banyusari. Dari Banyusari, perjalanan dilanjutkan menuju Paltuding dengan menumpang truk pengangkut belerang atau menggunakan bus dan turun di Banyuwangi kota kemudian naik ojek bisa langsung ke Paltuding atau ke Desa Banyusari juga bisa namun dengan menggunakan bus tarif yang dikeluarkan akan lebih mahal. Pintu gerbang utama ke Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen terletak di Paltuding, yang juga merupakan Pos PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam). Alternatif rute adalah Bondowoso – Wonosari – Tapen – Sempol – Paltuding. Fasilitas lain yang dapat dinikmati oleh pengunjung antara lain pondok wisata dan warung yang menjual keperluan pendakian untuk menyaksikan keindahan kawah Ijen. Dari Paltuding berjalan kaki dengan jarak sekitar 3 km. Lintasan awal sejauh 1,5 km cukup berat karena menanjak. Sebagian besar jalur adalah dengan kemiringan 25-35 derajat. Selain menanjak, struktur tanahnya juga berpasir sehingga menambah semakin berat langkah kaki karena harus menahan berat badan agar tidak merosot ke belakang. Setelah beristirahat di Pos Bunder (pos yang unik karena memiliki bentuk lingkaran), jalur selanjutnya relatif agak landai, selain itu wisatawan / pendaki disuguhi pemandangan deretan pegunungan yang sangat indah. Untuk turun menuju ke kawah harus melintasi medan berbatu-batu sejauh 250 meter dengan kondisi yang terjal.

Kawah Ijen

Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen dengan tinggi 2.443 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5.466 Hektar. Danau kawah Ijen dikenal merupakan danau air sangat asam terbesar di dunia. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Setiap dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 04.00, di sekitar kawah dapat dijumpai fenomena blue fire atau api biru, yang merupakan keunikan tempat ini, karena pemandangan alami ini hanya terjadi di dua tempat di dunia yaitu Islandia dan Ijen. Dari Kawah Ijen, kita dapat melihat pemandangan gunung lain yang ada di kompleks Pegunungan Ijen, di antaranya adalah puncak Gunung Merapi yang berada di timur Kawah Ijen, Gunung Raung, Gunung Suket, Gunung Rante, dan sebagainya.

Event

Banyak event yang sering kali diadakan, terutama oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang sekarang sedang giat-giatnya mempromosikan Kawah Ijen dalam daftar objek wisatanya.Event-event itu diantaranya : Tour de Ijen (sekarang berubah nama ‘International Tour de Banyuwangi Ijen), Jazz Ijen Banyuwangi, dsb.

WISATA BROMO

Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama dalam agama Hindu) atau dalam bahasa Tenggerdieja “Brama”, adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Bromo sebagai gunung suci

Bagi penduduk sekitar Gunung Bromo, suku Tengger, Gunung Bromo / Gunung Brahma dipercaya sebagai gunung suci. Setiap setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

Wisata Bromo

Perjalanan melalui pintu barat dari arah pasuruan yaitu masuk dari desa Tosari untuk menuju ke pusat objek wisata ( lautan pasir )terbilang berat karena medan yang harus ditempuh tak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 biasa ini dikarenakan jalan turunan dari penanjakan kearah lautan pasir sangatlah curam, kecuali kita menyewa mobil jeep yang disediakan oleh pengelola wisata, jadi wisatawan banyak yang berjalan kaki untuk menuju ke pusat lokasi. Namun apabila kita melalui pintu utara dari arah sebelum masuk probolinggo yaitu pada daerah Tongas, kita akan menuju desa cemoro lawang sebelum turun menuju lautan pasir maka tidaklah terlalu berat dikarenakan turunan dari lerengnya tidaklah terlalu curam sehingga sepeda motor pun dapat melaluinya. Kebanyakan para wisatawan yang ingin mudah mencapai lautan pasir melewati jalur ini. Namun bila anda ingin menyaksikan sunrise yang sering ditampilkan di foto – foto, yang banyak difoto dari puncak penanjakan maka anda lebih praktis melewati jalur pintu barat.

Namun bila anda mempunyai jiwa petualang maka anda dapat mencoba jalur perjalanan yang jarang dilalui wisatawan. Yaitu melalui kota Malang anda masuk melalui kota kecil tumpang kemudian masuk kota pronojiwo lalu akan melalui cagar alam yang sangat indah dari sini anda akan menjumpai pertigaan jalan di mana kearah selatan akan memasuki ranu pane ( kearah gunung semeru ) dan kearah utara anda memasuki lautan pasir bromo yang berada di punggung gunung bromo sebelah selatan. Pertigaan tersebut bernama Jemplang. Perjalanan diawali dengan menuruni bukit yang kemudian disambut dengan padang rumput yang lama kelamaan berganti menjadi lautan pasir. Jalan ini akan mengitari gunung bromo melewati lautan pasir selama kurang lebih 3 jam. Jalur ini sebenarnya tidak terlalu curam dan dapat dilalui sepeda motor, namun memerlukan jiwa petualang karena jalurnya yang masih jarang dilewati dan tidak ada satupun persinggahan maupun rumah penduduk. Kita akan benar- benar disuguhkan dengan perjalanan yang sangat menantang. Namun anda akan diganjar dengan rahasia Bromo yang lain, yang sangat jarang dilihat wisatawan, yaitu padang ruput sabana dan bunga yang sangat luas berada dibalik Gunung Bromo. Sungguh pemandangan yang berkebalikan pada sisi Utaranya yang gersang dan berdebu. Namun perlu diingat, sebaiknya jangan melalui jalur ini pada malam hari dan atau dalam cuaca yang berkabut. Jalur tidak akan terlihat dalam kondidi seperti ini.

Lautan pasir adalah andalan wisata dari gunung Bromo, di alam pegunungan yang sejuk, kita dapat melihat padang pasir dan rerumputan yang luas. Sedangkan yang paling ditunggu dari gunung bromo adalah sightview ketika matahari terbit dan terbenam karena memang akan kelihatan jelas sekali dan sangat indah. Walaupun perjalanan ke Bromo sangat berdebu, tetapi tidak terasa, karena keindahan yang disuguhkan benar-benar luar biasa.

Berlibur menuju bromo dapat dibilang praktis bila anda menyukai tipe traveller dan melalui jalur pintu utara. Anda dapat melakukan kunjungan dalam jangka waktu 12 jam saja. tentunya bila anda memulainya dari kota Surabaya, Malang, Jember dan sekitarnya. Perjalanan dapat dimulai dari jam 12 malam sehingga anda akan sampai sekitar pukul 2 – 3 pagi. Di mana anda dapat beristirahat dahulu sebelum melihat sunrise. Penjual makanan dan minuman di areal lautan pasir biasanya sudah buka menjelang pukul 3 pagi, sehingga anda sudah bisa bersiap – siap untuk melakukan pendakian melewati anak tangga puncak bromo yang terkenal itu. nikmatilah pemandangan sampai jam 9 pagi dan anda pun dapat kembali sampai di kota keberangkatan anda sekitar 12 siang. Sebagai catatan, apabila anda melakukan perjalanan diareal lautan pasir ditengah kegelapan malam, sebagai patokan menuju areal parkir sekitar Pura anda dapat melihat patok dari beton yang sengaja diberikan sebagai penunjuk menuju areal pura. Dan apabila anda tersesat jangan panik dan meneruskan perjalanan ( apalagi ditengah kabut tebal ), tunggulah karena biasanya mulai jam 2 – 3 pagi beberapa penunggang kuda sewaan melintas diarea lautan pasir.

WISATA BALI

Bila mendengar nama Pula Dewata, pikiran kita akan langsung tertuju ke Pulau Bali. Yah, siapa yang tidak tahu pulau Bali, pulau yang tidak asing lagi bagi mereka yang suka berwisata. Pulau Bali sudah menjadi salah satu destinasi tujuan wisata tingkat Internasional. Hal ini dikarenakan daya tarik pulau Bali itu sendiri misalnya seperti kultur budaya dan tempat wisatanya. Di Pulau Bali banyak tempat wisata yang sangat menarik, misalanya saja berbagai wisata pantai yang hampir semuanya mempunyai pemandangan yang indah dan mempesona.

Bali menawarkan keindahan alam yang sampai sekarang masih menjadi tujuan populer para turis lokal maupun turis mancanegara. Biasanya turis asing suka mengambil rute Jogja – Bromo – Bali atau sebelum ke Bali mampir ke Kawah Ijen terlebih dahulu.

Berikut ini daftar  tempat wisata di Bali yang wajib di kunjungi karena paling Populer dan menarik :

Pantai Kuta

Sejak dahulu Pantai Kuta merupakan salah satu tempat wisata di Bali yang paling terkenal dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun asing, beberapa faktor lain karena lokasinya yang cukup dekat dari bandara, pantainya indah, biaya murah, dan ombak di Pantai Kuta ini cocok untuk para peselancar yang masih pemula.

Pantai Kuta terkenal akan keindahan sunset / matahari tenggelamnya yang menawan. Sebelumnya Pantai Kuta dahulu merupakan sebuah pelabuhan yang besar, menjadi pusat perdagangan di Bali.

Memiliki Pasir putih dan laut biru, dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang sudah sangat lengkap, Pantai Kuta sekarang menjadi primadona wisata Bali.

Pantai yang menjadi tempat wisata di Bali paling terkenal ini katanya mempunyai pemandangan Sunset terbaik di dunia, pantai ini sudah jadi tempat wisata sejak tahun 70-an silam.

Banyak seklali wisatawan asal manca negara yang berwisata ke pantai ini. Lokasi Pantai Kuta berada di Kabupaten Badung, jaraknya sekitar 1,5 km jika dari Bandara Ngurah Rai dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 5 menit dan jika dari kota Denpasar, dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 20 menit.

Pantai Sanur

Pantai Sanur menjadi surga bagi para peselancar (Surfing) karena obak yang dimiliki pantai ini sangat cocok untuk berselancar, tidak heran jika para wisatawan asing sangat menyukai tempat wisata di Bali yang satu ini.

Lokasi pantai Sanur berada di arah sebelah timur kota Denpasar. Tidak jauh dari Pantai Sanur Anda dapat menemukan tempat wisata selam dan snorkeling. Lokasi selam disini sangat cocok untuk para penyelam mulai dari semua tingkat keahlian. Jika pantai Kuta sangat terkenal dengan Sunsetnya yang indah, Pantai Sanur ini terkenal dengan Sunrise nya atau matahari terbitnya.

 Tanah Lot

Tanah Lot merupakan tempat wisata di Bali yang wajib dikunjungi karena memiliki keindahan alam yang luar biasa, terutama pada waktu matahari akan terbenam.Di Tanah Lot terdapat 2 Pura yang merupakan sebuah pura tempat untuk memuja dewa laut. Pura Tanah Lot ini terdapat di atas sebuah batu karang yang besar dan ada di pinggir laut

Ketika air laut sedang pasang, anda tidak bisa mendekat ke Pura Tanah Lot dikarenakan sekitar batu karang yang menyangga Pura Tanah Lot ini akan dikelilingi air laut.Pada waktu air laut surut Anda bisa melihat beberapa ular laut yang jinak disini dan menurut penduduk setempat, ular ini adalah penjaga Pura Tanah Lot. Selain itu, di lokasi wisata yang satu ini Anda juga bisa memegang ular suci yang jinak tersebut dan tidak membahayakan.4. Danau Beratan Bedugul

Danau Beratan Bedugul

Lokasi Danau Beratan Bedugul terdapat di daerah pegunungan dengan dikelilingi oleh suasana alam yang sangat asri. Di Danau Beratan Bedugul terdapat sebuah pura yang bernama Pura Ulun Danu.

Pura Ulun Danu berada di pinggir Danau Beratan Bedugul dan menjadi salah satu daya tarik yang utama dari Danau Beratan Bedugul.Disini para wisatawan juga bisa menikmati permainan air dengan menyewa perahu yang tersedia di Danau Beratan Bedugul. Lokasi Bedugul terdapat di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Untuk dapat sampai ke Bedugul para wisatawan yang ingin berkunjung harus menempuh jarak kurang lebih sekitar 6 km jika dari Bandara Ngurah Rai.Dan apabila Anda menempuh perjalanan dari Kota Singaraja jaraknya sekitar 41 km melewati perjalanan darat.

Demikian daftar Tempat Wisata Populer di Pulau Bali. Bila Anda ingin berkunjung ke pulau Bali kami siap mengantarkan anda. Kami sediakan berbagai Paket Wisata Bali yang cukup representative.

Bali adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Denpasar. Bali juga merupakan salah satu pulau di Kepulauan Nusa Tenggara. Di awal kemerdekaan Indonesia, pulau ini termasuk dalam Provinsi Sunda Kecil yang beribu kota di Singaraja, dan kini terbagi menjadi 3 provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.[4][5]

Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Serangan, dan Pulau Menjangan.

Secara geografis, Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.

Geografi

Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara geografis, Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.

Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian utara, bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai.

Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan di antara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi, yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas dan Gunung Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan, yaitu Danau Beratan atau Bedugul, Buyan, Tamblingan, dan Batur. Alam Bali yang indah menjadikan pulau Bali terkenal sebagai daerah wisata.

Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat kesenian dan peristirahatan, terletak di Kabupaten Gianyar. Nusa Lembongan adalah sebagai salah satu tempat menyelam (diving), terletak di Kabupaten Klungkung. Sedangkan Kuta, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan utama pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan, spa, dan lain-lain, terletak di Kabupaten Badung.

Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 8 kabupaten, 1 kotamadya, 55 kecamatan, dan 701 desa/kelurahan.

Batas wilayah

Utara Laut Bali
Selatan Samudera Hindia
Barat Selat Bali, Provinsi Jawa Timur
Timur Selat Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sejarah

Sawah di sekitar Candi Tebing Gunung Kawi, Tampaksiring, Bali.

Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali ‘pejuang kemerdekaan’. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.

Pada 20 November 1945, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.

Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta. Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah provinsi dari Republik Indonesia.

Letusan Gunung Agung yang terjadi pada tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian pada masa awal Orde Barutersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.[6]

Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.

Demografi

Lahan sawah di Bali

Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa lebih, dengan mayoritas 83,5% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah Buddha(0,54%), Islam (13,37%), Kristen Protestan (1,66%), Katolik 0.88%, Konghucu 0.01% dan Aliran Kepercayaan 0.01%. Agama Islamadalah agama minoritas terbesar di Bali dengan penganut kini mencapai 13,37% berdasarkan sensus terbaru pada Januari 2014.

Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan, yang paling dikenal dunia dari pertanian di Bali ialah sistem Subak. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah bahasa Indonesia, Bali dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata.

Bahasa Bali dan bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali dan sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama Hindu Dharma dan keanggotan klan (istilah Bali: sorohgotra); meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang. Di beberapa tempat di Bali, ditemukan sejumlah pemakai bahasa Jawa.

Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada pusat-pusat informasi wisatawan di Bali, sering kali juga memahami beberapa bahasa asing dengan kompetensi yang cukup memadai. Bahasa Jepang juga menjadi prioritas pendidikan di Bali.

Ekonomi

Tiga dekade lalu, perekonomian Bali sebagian besar mengandalkan dan berbasis pada pertanian baik dari segi output dan kesempatan kerja. Sekarang, industri pariwisata menjadi objek pendapatan terbesar bagi Bali. Hasilnya, Bali menjadi salah satu daerah terkaya di Indonesia. Pada tahun 2003, sekitar 80% perekonomian Bali bergantung pada industri pariwisata. Pada akhir Juni 2011, non-performing loan dari semua bank di Bali adalah 2,23%, lebih rendah dari rata-rata non-performing loan industri perbankan Indonesia (sekitar 5%). Ekonomi, bagaimanapun menderita secara signifikan sebagai akibat dari Bom Bali 2002 dan Bom Bali 2005. Industri pariwisata sendiri telah pulih dari akibat peristiwa ini.

Pariwisata

Bali adalah primadona pariwisata Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Selain terkenal dengan keindahan alam, terutama pantainya, Bali juga terkenal dengan kesenian dan budayanya yang unik dan menarik. Industri pariwisata berpusat di Bali Selatan dan di beberapa daerah lainnya. Lokasi wisata yang utama adalah Kuta dan sekitarnya seperti Legian dan Seminyak, daerah timur kota seperti Sanur, pusat kota seperti Ubud, dan di daerah selatan seperti Jimbaran, Nusa Dua dan Pecatu. Bali sebagai tempat tujuan wisata yang lengkap dan terpadu memiliki banyak sekali tempat wisata menarik, antara lain : Pantai Kuta, Pura Tanah Lot, Pantai Padang – Padang, Danau Beratan Bedugul, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pantai Lovina dengan Lumba Lumbanya, Pura Besakih, Uluwatu, Ubud, Munduk, Kintamani, Amed, Tulamben, Pulau Menjangan dan masih banyak yang lainnya. Kini, Bali juga memiliki beberapa pusat wisata yang sarat edukasi untuk anak-anak seperti kebun binatang, museum tiga dimensi, taman bermain air, dan tempat penangkaran kura-kura.

Transportasi

Bali tidak memiliki jaringan rel kereta api namun jaringan jalan yang ada di pulau ini tergolong sangat baik dibanding daerah-daerah lain di Indonesia, jaringan jalan tersedia dengan baik khususnya ke daerah-daerah tujuan wisatawan yakni Legian, Kuta, Sanur, Nusa Dua, Ubud, dll. Sebagian besar penduduk memiliki kendaraan pribadi dan memilih menggunakannya karena moda transportasi umum tidak tersedia dengan baik, kecuali taksi dan angkutan pariwisata. Moda transportasi massal saat ini disiapkan agar Bali mampu memberi kenyamanan lebih terhadap para wisatawan. Baru-baru ini untuk melayani kebutuhan transportasi massal yang layak di pulau Bali diluncurkan Trans Sarbagita (Trans Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) Menggunakan Bus besar dengan fasilitas AC dan tarif Rp 3.500.

Sampai sekarang, transportasi di Bali umumnya dibangun di Bali bagian selatan sekitar Denpasar,Kuta, Nusa Dua, dan Sanur sedangkan wilayah utara kurang memiliki akomodasi yang baik.

Jenis kendaraan umum di Bali atara lain:

  • Dokar, kendaraan dengan menggunakan kuda sebagai penarik dikenal sebagai delman di tempat lain
  • Ojek, taksi sepeda motor
  • Bemo/angkot, melayani dalam dan antarkota
  • Bus Trans Sarbagita ( Koridor 1 < Kota – Garuda Wisnu Kencana (GWK) >) Dan (Koridor 2 < Nusa Dua – Batubulan>)
  • Taksi
  • Komotra, bus yang melayani perjalanan ke kawasan pantai Kuta dan sekitarnya
  • Bus, melayani hubungan antarkota, pedesaan, dan antarprovinsi.

Bali terhubung dengan pulau Jawa dengan layanan kapal feri yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk di kabupaten Jembrana dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi yang lama tempuhnya sekitar 30 hingga 45 menit saja. Penyeberangan ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar yang memakan waktu sekitar empat sampai lima jam lamanya tergantung cuaca.

Transportasi udara dilayani oleh Bandara Internasional Ngurah Rai dengan destinasi ke sejumlah kota besar di Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, Timor Leste, RRC serta Jepang. Landas pacu dan pesawat terbang yang datang dan pergi bisa terlihat dengan jelas dari pantai dan menjadi semacam hiburan tambahan bagi para wisatawan yang menikmati pantai Bali.

Untuk transportasi darat antar pulau di bali ada terminal Ubung-Denpasar dan terminal Mengwi yang menghubungkan pulau Bali dengan Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Terminal Ubung di pulau Bali ini melayani berbagai rute antar pulau tujuan Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Madura, Jember, dll. Angkutan antar pulau dilayani oleh armada bus besar dengan kelas ekonomi, bisnis dan eksekutif. Terminal Ubung relatif ramai mulai pukul 15.00 wita-18.00 wita karena pada jam tersebut banyak bus yang mulai berangkat ke kota tujuuan masing-masing. Bagi anda yang datang keterminal ini harap waspada karena banyak calo yang agak memaksa penumpang.

Pemerintahan

 Peta topografi Pulau Bali

Daftar kabupaten dan kota di Bali

No. Kabupaten/Kota Pusat pemerintahan Bupati/Wali Kota Kecamatan Kelurahan/desa Logo

Coat of arms of Bali.svg
1 Kabupaten Badung Mangupura I Nyoman Giri Prasta Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Badung.png
2 Kabupaten Bangli Bangli I Made Gianyar Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Kab Bangli.png
3 Kabupaten Buleleng Singaraja Putu Agus Suradnyana Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Kabupaten Buleleng.png
4 Kabupaten Gianyar Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Kab Gianyar.png
5 Kabupaten Jembrana Negara I Putu Artha Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Kab Jembrana.png
6 Kabupaten Karangasem Amlapura I Gusti Ayu Mas Sumatri Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Kabupaten Karangasem.png
7 Kabupaten Klungkung Klungkung I Nyoman Suwirta Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Kabupaten Klungkung.png
8 Kabupaten Tabanan Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti Daftar kecamatan Daftar desa
Lambang Kabupaten Tabanan.png
9 Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra Daftar kecamatan Daftar kelurahan
Lambang Kota Denpasar (1).png

Daftar gubernur[sunting | sunting sumber]

No Gubernur Mulai Jabatan Akhir Jabatan Ket. Wakil
Gubernur
Anak agung bagus sutedja.gif Anak Agung Bagus Sutedja
1950
1958
[ket. 1]
Tidak ada
1
Coat of arms of Bali.svg
I Gusti Bagus Oka
1958
1959
2
Anak agung bagus sutedja.gif Anak Agung Bagus Sutedja
1959
1965
[ket. 2]
3
Coat of arms of Bali.svg
I Gusti Putu Martha
1965
1967
4
Soekarmen.jpg Soekarmen
1967
1978
5
Gubernur Bali Ida Bagus Mantra.JPG Ida Bagus Mantra
1978
1988
6
Ib oka.gif Ida Bagus Oka
1988
1998
7
Dewa beratha.jpg Dewa Made Beratha
1998
2003
2003
2008
I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan
8
Pastika Gubernur Bali.jpg I Made Mangku Pastika 28 Agustus 2008 28 Agustus 2013
Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
28 Agustus 2013 Petahana
I Ketut Sudikerta

Perwakilan

Empat anggota DPD (2014-2019) dari Provinsi Bali adalah SHRI IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra S, I Kadek Arimbawa, AA NGR Oka Ratmadi dan Gede Pasek Suardika.

Berdasarkan hasil Pemilihan Umum Legislatif 2014, Bali mengirimkan sembilan anggota DPR ke DPR RI.

Pada tingkat provinsi, DPRD Bali dengan 55 kursi tersedia dikuasai oleh PDI-P dengan 24 kursi, disusul Partai Golkar dengan sebelas kursi dan Partai Demokrat dengan delapan kursi.

Kursi %
PDI-P 24
Partai Golkar 11
Partai Demokrat 8
Partai Gerindra 7
Partai NasDem 2
PAN 1
PKPI 1
Partai Hanura 1
Total 55

Budaya

Musik

Seperangkat gamelan Bali.

Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam teknik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya gamelan jegoggamelan gong gedegamelan gambanggamelan selunding dan gamelan Semar Pegulingan. Ada pula musik Angklungdimainkan untuk upacara ngaben serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.

Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling memengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangiserta musik tradisional masyarakat Lombok.

  • Gamelan
  • Jegog
  • Genggong
  • Silat Bali

Tari

Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok, yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung dan balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.

Pakar seni tari Bali I Made Bandem pada awal tahun 1980-an pernah menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali misalnya BerutukSang Hyang DedariRejang dan Baris Gede, bebali antara lain ialah GambuhTopeng Pajegan dan Wayang Wong, sedangkan balih-balihan antara lain ialah LegongParwaArjaPrembon dan Joged serta berbagai koreografi tari modern lainnya.

Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak dan Tari Pendet. Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sang Hyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.

 Penari belia sedang menarikan Tari Belibis, koreografi kontemporer karya Ni Luh Suasthi Bandem.

 Pertunjukan Tari Kecak.

Tarian wali

  • Sang Hyang Dedari
  • Sang Hyang Jaran
  • Tari Rejang
  • Tari Baris

Tarian bebali

  • Tari Topeng
  • Gambuh

Tarian balih-balihan

  • Tari Legong
  • Arja
  • Joged Bumbung
  • Drama Gong
  • Barong
  • Tari Pendet
  • Tari Kecak
  • Calon Arang
  • Tari Janger

Pakaian daerah

Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.

Pria

 Anak-anak Ubud mengenakan udeng, kemeja putih dan kain.

Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:

  • Udeng (ikat kepala)
  • Kain kampuh
  • Umpal (selendang pengikat)
  • Kain wastra (kemben)
  • Sabuk
  • Keris
  • Beragam ornamen perhiasan

Sering pula dikenakan baju kemeja, jas dan alas kaki sebagai pelengkap.

Wanita

Para penari cilik mengenakan gelung, songket dan kain prada.

Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:

  • Gelung (sanggul)
  • Sesenteng (kemben songket)
  • Kain wastra
  • Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada
  • Selendang songket bahu ke bawah
  • Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam
  • Beragam ornamen perhiasan

Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap.

Makanan

Makanan utama

Jajanan[sunting | sunting sumber]

Senjata

  • Keris
  • Tombak
  • Tiuk
  • Taji
  • Kandik
  • Caluk
  • Arit
  • Udud
  • Gelewang
  • Trisula
  • Panah
  • Penampad
  • Garot
  • Tulud
  • Kis-Kis
  • Anggapan
  • Berang
  • Blakas
  • Pengiris
  • Pengutik
  • Tah

Rumah Adat

Rumah Bali yang sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali (bagian Weda yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan, layaknya Feng Shui dalam Budaya China)

Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan dan parahyangan. Untuk itu pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut Tri Hita Karana. Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.

Pada umumnya bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.

WISATA DIENG

Dataran Tinggi Dieng adalah kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Dieng memiliki Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 12—20 °C di siang hari dan 6—10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embunbeku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas (“embun racun”) karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Secara administrasi, Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng (“Dieng Wetan”), Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah.

Etimologi

Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata bahasa Kawi: “di” yang berarti “tempat” atau “gunung” dan “Hyang” yang bermakna (Dewa). Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam.[1] Teori lain menyatakan, nama Dieng berasal dari bahasa Sunda (“di hyang”) karena diperkirakan pada masa pra-Medang(sekitar abad ke-7 Masehi) daerah itu berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh.

Geologi

Dataran tinggi Dieng (DTD) adalah dataran dengan aktivitas vulkanik di bawah permukaannya, seperti Yellowstone ataupun Dataran Tinggi Tengger. Sesungguhnya ia adalah kaldera dengan gunung-gunung di sekitarnya sebagai tepinya. Terdapat banyak kawah sebagai tempat keluarnya gas, uap air dan berbagai material vulkanik lainnya. Keadaan ini sangat berbahaya bagi penduduk yang menghuni wilayah itu, terbukti dengan adanya bencana letusan gas Kawah Sinila 1979. Tidak hanya gas beracun, tetapi juga dapat dimungkinkan terjadi gempa bumi, letusan lumpur, tanah longsor, dan banjir.

Selain kawah, terdapat pula danau-danau vulkanik yang berisi air bercampur belerang sehingga memiliki warna khas kuning kehijauan.

Secara biologi, aktivitas vulkanik di Dieng menarik karena ditemukan di air-air panas di dekat kawah beberapa spesies bakteri termofilik (“suka panas”) yang dapat dipakai untuk menyingkap kehidupan awal di bumi.

Kawah-kawah

Kawah aktif di Dieng merupakan kepundan bagi aktivitas vulkanik di bawah dataran tinggi. Pemantauan aktivitas dilakukan oleh PVMBG melalui Pos Pengamatan Dieng di Kecamatan Karangtengah. Berikut adalah kawah-kawah aktif yang dipantau:

  • Candradimuka
  • Sibanteng
  • Siglagah
  • Sikendang, berpotensi gas beracun
  • Sikidang
  • Sileri
  • Sinila, berpotensi gas beracun
  • Timbang, berpotensi gas beracun
Kawah Sibanteng

Sibanteng terletak di Desa Dieng Kulon. Kawah ini pernah meletus freatik pada bulan Januari 2009 (15/1)[2], menyebabkan kawasan wisata Dieng harus ditutup beberapa hari untuk mengantisipasi terjadinya bencana keracunan gas. Letusan lumpurnya terdengar hingga 2 km, merusak hutan milik Perhutani di sekitarnya, dan menyebabkan longsor yang membendung Kali Putih, anak Sungai Serayu.

Kawah Sibanteng pernah pula meletus pada bulan Juli 2003.

Kawah Sikidang

Sikidang adalah kawah di DTD yang paling populer dikunjungi wisatawan karena paling mudah dicapai. Kawah ini terkenal karena lubang keluarnya gas selalu berpindah-pindah di dalam suatu kawasan luas. Dari karakter inilah namanya berasal karena penduduk setempat melihatnya berpindah-pindah seperti kijang (kidang dalam bahasa Jawa).

Kawah Sileri

 Kawah Sileri

Sileri adalah kawah yang paling aktif dan pernah meletus beberapa kali (berdasarkan catatan: tahun 1944, 1964, 1984, Juli 2003, dan September 2009). Pada aktivitas freatik (26 September 2009) muncul tiga celah kawah baru disertai dengan pancaran material setinggi 200 meter.

Pada Minggu, 30 April 2017 terjadi letusan freatik di Kawah Sileri yang menyemburkan lumpur dan melontarkan kerikil / batuan, menyebabkan 12 orang wisatawan mengalami luka ringan karena jarak yang terlalu dekat (20 meter dari bibir kawah) serta akibat tidak mengikuti rekomendasi untuk tidak mendekati bibir kawah di bawah 100 meter.

Kawah Sinila

Sinila terletak di antara Desa Batur, Desa Sumberejo, dan Desa Pekasiran, Kecamatan Batur. Kawah Sinila pernah meletus pada pagi hari tahun 1979, tepatnya 20 Februari 1979. Gempa yang ditimbulkan membuat warga berlarian ke luar rumah, namun mereka terperangkap gas racun yang keluar dari Kawah Timbang akibat terpicu letusan Sinila.Sejumlah warga (149 jiwa) dan ternak tewas keracunan gas karbondioksida yang terlepas dan menyebar ke wilayah pemukiman.

Kawah Timbang

Timbang adalah kawah yang terletak di dekat Sinila dan beraktivitas sedang. Meskipun kurang aktif, kawah ini merupakan sumber gas CO2 berkonsentrasi tinggi yang memakan ratusan korban pada tahun 1979. Kawah ini terakhir tercatat mengalami kenaikan aktivitas pada bulan Mei 2011 dengan menyemburkan asap putih setinggi 20 meter, mengeluarkan CO2 dalam konsentrasi melebihi ambang aman (1.000 ppm, konsentrasi normal di udara mendekati 400 ppm) dan memunculkan gempa vulkanik.Pada tanggal 31 Mei 2011 pagi, kawah ini kembali melepaskan gas CO2 hingga mencapai 1% v/v (100.000 ppm) disertai dengan gempa tremor. Akibatnya semua aktivitas dalam radius 1 km dilarang dan warga Dusun Simbar dan Dusun Serang diungsikan .

Puncak-puncak

Danau vulkanik

 Telaga Dringo pada tahun 1937
  • Telaga Warna, objek wisata dengan tempat persemadian di dekatnya
  • Telaga Cebong, dekat desa wisata Sembungan
  • Telaga Merdada
  • Telaga Pengilon
  • Telaga Dringo
  • Telaga Nila

Iklim

Dieng memiliki iklim hangat dan sedang. Hujan sering terjadi di wilayah Dieng, bahkan di musim kemarau. Berdasarkan klasifikasi iklim Köppen, Dieng masuk dalam golongan Cfb. Rata-rata suhu tahunan di Dieng adalah 14.0 °C.

Data iklim Dieng
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 17.9
(64.2)
18.5
(65.3)
18.6
(65.5)
18.4
(65.1)
18.5
(65.3)
18.5
(65.3)
18.2
(64.8)
18.0
(64.4)
18.5
(65.3)
18.8
(65.8)
19.2
(66.6)
18.8
(65.8)
18.49
(65.28)
Rata-rata harian °C (°F) 13.9
(57)
14.3
(57.7)
14.4
(57.9)
14.4
(57.9)
14.3
(57.7)
13.8
(56.8)
13.2
(55.8)
12.8
(55)
13.6
(56.5)
14.2
(57.6)
14.7
(58.5)
14.4
(57.9)
14
(57.19)
Rata-rata terendah °C (°F) 10.0
(50)
10.1
(50.2)
10.3
(50.5)
10.4
(50.7)
10.1
(50.2)
9.2
(48.6)
8.3
(46.9)
7.6
(45.7)
8.7
(47.7)
9.6
(49.3)
10.3
(50.5)
10.1
(50.2)
9.56
(49.21)
Presipitasi mm (inci) 370
(14.57)
430
(16.93)
434
(17.09)
249
(9.8)
153
(6.02)
83
(3.27)
53
(2.09)
35
(1.38)
57
(2.24)
170
(6.69)
230
(9.06)
388
(15.28)
2.652
(104,42)

Obyek wisata

 Kompleks Candi Arjuna, Dieng

Sesajian di Candi Parikesit pada tahun 1880-an (gambar dari majalah Eigen Haard)

Beberapa peninggalan budaya dan alam telah dijadikan sebagai objek wisata dan dikelola bersama oleh dua kabupaten, yaitu Banjarnegara dan Wonosobo. Berikut beberapa objek wisata di Dieng.

  • Telaga: Telaga Warna, sebuah telaga yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung, Telaga Pengilon, yang letaknya bersebelahan persis dengan Telaga Warna, uniknya warna air di telaga ini bening seperti tidak tercampur belerang. Keunikan lain adalah yang membatasi Telaga Warna dengan Telaga Pengilon hanyalah rerumputan yang terbentuk seperti rawa kecil. Telaga Merdada, adalah merupakan yang terbesar di antara telaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Airnya yang tidak pernah surut dijadikan sebagai pengairan untuk ladang pertanian. Bahkan Telaga ini juga digunakan para pemancing untuk menyalurkan hobi atau juga wisatawan yang sekadar berkeliling dengan perahu kecil yang disewakan oleh penduduk setempat.
  • Kawah: Sikidang, Sileri, Sinila (meletus dan mengeluarkan gas beracun pada tahun 1979 dengan korban 149 jiwa), Kawah Candradimuka.
  • Kompleks candi-candi Hindu yang dibangun pada abad ke-7, antara lain: Candi Gatotkaca, Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Setyaki, Gangsiran Aswatama, dan Candi Dwarawati.
  • Gua: Gua Semar, Gua Jaran, Gua Sumur. Terletak di antara Telaga Warna dan Telaga Pengilon, sering digunakan sebagai tempat olah spiritual.

Sumur Jalatunda pada tahun 1937

  • Sumur Jalatunda.
  • Dieng Volcanic Theater, teater untuk melihat film tentang kegunungapian di Dieng.
  • Museum Dieng Kailasa, menyimpan artefak dan memberikan informasi tentang alam (geologi, flora-fauna), masyarakat Dieng (keseharian, pertanian, kepercayaan, kesenian) serta warisan arkeologi dari Dieng. Memiliki teater untuk melihat film (saat ini tentang arkeologi Dieng), panggung terbuka di atas atap museum, serta restoran.
  • Mata air Sungai Serayu, sering disebut dengan Tuk Bima Lukar (Tuk = mata air).

Pertanian

Kawasan Dieng merupakan penghasil sayuran dataran tinggi untuk wilayah Jawa Tengah. Kentang adalah komoditas utama. Selain itu, wortel, kubis, dan bawang-bawangan dihasilkan dari kawasan ini. Selain sayuran, Dieng juga merupakan sentra penghasil pepaya gunung(carica), jamur, buah kemar, dan purwaceng.

Namun, akibat aktivitas pertanian yang pesat kawasan hutan di puncak-puncak pegunungan hampir habis dikonversi menjadi lahan pertanaman sayur.

Lapangan geotermal

Kawasan Dieng masih aktif secara geologi dan banyak memiliki sumber-sumber energi hidrotermal. Ada tiga lapangan hidrotermal utama, yaitu Pakuwaja, Sileri, dan Sikidang. Di ketiganya terdapat fumarola (kawah uap) aktif, kolam lumpur, dan lapangan uap. Mata air panas ditemukan, misalnya, di Bitingan, Siglagah, Pulosari, dan Jojogan, dengan suhu rata-rata mulai dari 25 °C (Jojogan) sampai 58 °C (Siglagah). Kawasan Sikidang telah mulai dimanfaatkan sebagai sumber energi hidrotermal.

WISATA KOTA MALANG

Kota Malang merupakan salah satu kota yang terletak di Propinsi Jawa Timur, Indonesia. Berada di dataran tinggi yang sangat sejuk, sekitar 90 km sebelah selatan dari Kota Surabaya. Dan pusat kotanya dikelilingi Kabupaten Malang. Malang adalah kota yang terbesar kedua di Jawa Timur, dan terkenal dengan sebutan Malang kota pelajar.

Hal ini dikarenakan di kota malang banyak berdiri tempat belajar seperti sekolah menegah dan perguruan tingi bermutu, sehingga banyak pelajar dari luar malang dan luar pulau memilih kota malang untuk meneruskan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain mendapat sebutan kota pelajar. Kota Malang juga mendapat sebutan kota wisata, hal ini karena di malang banyak terdapat tempat wisata Malang yang terdiri dari tempat wisata alam dan tempat wisata moderen, juga tak ketinggalan berbagai tempat rekreasi lainnya.

trip to malang

Berwisata di kawasan kota malang akan sangat menyenangkan untuk anda yang menyukai kesejukan, dan jika anda berada di kawasan Kota Wisata Batu, Malang, anda dapat melihat keindahan kota malang. Jika anda menyukai kesejukan dan keindahan alam serta kota yang menawan. Maka malang adalah tempat liburan yang sangat tepat untuk anda, beragam macam variasi objek wisata di malang dapat anda pilih sesuai dengan keinginan anda. Mungkin banyak di antara kita yang belum mengetahui daftar tempat wisata di Malang

Berikut ini adalah Daftar Objek Wisata Malang sesuai dengan kategori dan kawasan dimana tempat wisata tersebut berada dan yang dapat anda kunjungi meliputi sarana dan fasilitas yang ada di kota Malang dan Kabupaten Malang atau bisa disebut juga wisata Malang Raya:Objek Wisata Kota Malang

Taman Kota & Ruang Terbuka Hijau di Kota Malang

Tarekot (Taman Rekreasi Kota), terletak di belakang kantor Walikota/ Balai kotaAlun-Alun Kota (depan Masjid Jami’ Kota Malang & Gedung Pemkab Malang)Alun-Alun Tugu (depan Balai Kota Malang)Hutan Kota MalabarTaman TrunojoyoTaman Kunang-kunang.

Museum & Perpustakaan di Kota Malang

Museum Brawijaya MalangMuseum BentoelMuseum Mpu PurwaMuseum zoologi Frater VianneyPerpustakaan Kota Malang (Jalan Ijen)

Taman Rekreasi & Pasar Wisata di Kota Malang

Taman Rekreasi SenaputraTaman Wisata TlogomasPasar Minggu Semeru (Jalan Semeru)Pasar Minggu Vellodrome (lingkar luar arena Velodrome Sawojajar)Wisata Kuliner PulosariTaman Kridha Budaya Jawa TimurTaman Rekreasi Lembah DiengPlaygroundMalang Tempoe Doeloe 1 tahun sekali dan di adakan saat pertengahan tahun.Taman Rekreasi Selecta – Kota BatuWendit Water Park

Kuliner Khas Kota Malang

Bakso malang Bakso Bakar Cwie mie / Pangsit mie Rawon khas Malang Kaldu kambing kacang ijo Soto ayam Soto kambing Tunggul wulung Tempe dan Kripik tempe Sanan Tahu sukun Orem-orem Kripik buah (kripik apel, nangka, dll.)Nasi pecel Rujak buah Angsle Ronde Sop dengkul Sayur asem buah apel Kare kikil Singosari Tahu campur Mendol Cenil.

Demikian di atas adalah Tempat Wisata  Malang yang mencakup keseluruhan tempat wisata di Malang yang dapat anda kunjungi dan makanan khas Malang yang dapat anda temukan di kota malang Jawa Timur. Pulau Jawa memang yang paling padat penduduknya, bahkan satu kota saja dapat mempunyai banyak sekali Kabupaten yang terbagi dari daerah atau kawasan-kawasan kecil yang mengelilingi kota tersebut dan berikut ini juga saya sertakan

Tempat Wisata gunung di Kabupaten Malang

Gunung Kawi, terletak di wilayah Kecamatan Wonosari. Terkenal sebagai tempat wisata spiritual.Gunung Arjuno-Welirang, sering dipakai untuk pendakian dengan rute Junggo, Cangar, Singosari, Lawang, Purwosari, atau Pandaan.Gunung Bromo lewat Desa Tumpang (Kecamatan Tumpang), Desa Gubuk Klakah – Kecamatan Poncokusumo.Gunung Semeru lewat desa Ngadas kecamatan PoncokusumoGunung Anjasmoro lewat Kecamatan Pujon

Tempat Wisata Pantai di Kabupaten Malang

Donomulyo: Modangan (Sekitar 70 km dari Kota Malang),Ngliyep 62 km, Jonggring Saloko (Sekitar 69 km dari Kota Malang),Kondang Bandung, Kondang Iwak, Bantol, Nglurung, Ngebros Gedangan: Bajul Mati (58 km dari Kota Malang), Wonogoro (55 km dari Kota Malang), Nganteb, Goa CinaBantur: Balekambang (57 km dari Kota Malang), Kondang Merak (59 km dari Kota Malang), Kipas Sumbermanjing Wetan: Tamban (68 km dari Kota Malang , Rawa Indah, Tambak Asri (60 km dari Kota Malang , Sendangbiru (Segoro Anakan) (69 km dari Kota Malang),Tirtoyudo: Sipelot, Lenggoksono, Tanger (70 km dari Kota Malang)Ampelgading: Licin (64 km dari Kota Malang.

Demikian daftar tempat wisata di Malang Raya yang bisa kami sampaikan. Selama berwisata di Malang Raya anda tidak perlu bingung masalah penginapan, karena banyak sekali dijumpai penginapan murah di malang, misalnya seperti losmen, guest house malang, villa malang, hotel malang, homestay malang, dan berbagai jenis penginapan malang lainnya

semoga bermanfaat…

WISATA BATU

Kota Batu adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 90 km sebelah barat daya Surabaya atau 15 km sebelah barat laut Malang. Kota Batu berada di jalur yang menghubungkan Malang-Kediri dan Malang-Jombang. Kota Batu berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan di sebelah utara serta dengan Kabupaten Malang di sebelah timur, selatan, dan barat. Wilayah kota ini berada di ketinggian 700-1.700 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara rata-rata mencapai 12-19 derajat Celsius.

Kota Batu dahulu merupakan bagian dari Kabupaten Malang, yang kemudian ditetapkan menjadi kota administratif pada 6 Maret 1993. Pada tanggal 17 Oktober 2001, Batu ditetapkan sebagai kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang.

Batu dikenal sebagai salah satu kota wisata terkemuka di Indonesia karena potensi keindahan alam yang luar biasa. Kekaguman bangsa Belanda terhadap keindahan dan keelokan alam Batu membuat wilayah kota Batu disejajarkan dengan sebuah negara di Eropa yaitu Swiss dan dijuluki sebagai De Kleine Zwitserland atau Swiss Kecil di Pulau Jawa[2] Bersama dengan Kota Malangdan Kabupaten Malang, Kota Batu merupakan bagian dari kesatuan wilayah yang dikenal dengan Malang Raya (Wilayah Metropolitan Malang).

Sejarah

Peresmian pemandian Selecta (1900-1920).

Bioskop “Mimosa” di Batu (1941).

Sejak abad ke-10, wilayah Batu dan sekitarnya telah dikenal sebagai tempat peristirahatan bagi kalangan keluarga kerajaan, karena wilayah adalah daerah pegunungan dengan kesejukan udara yang nyaman, juga didukung oleh keindahan pemandangan alam sebagai ciri khas daerah pegunungan.

Pada waktu pemerintahan Kerajaan Medang di bawah Raja Sindok, seorang petinggi Kerajaan bernama Mpu Supo diperintah oleh Raja untuk membangun tempat peristirahatan keluarga kerajaan di pegunungan yang didekatnya terdapat mata air. Dengan upaya yang keras, akhirnya Mpu Supo menemukan suatu kawasan yang sekarang lebih dikenal sebagai kawasan Wisata Songgoriti.

Atas persetujuan Raja Sindok, Mpu Supo yang konon kabarnya juga sakti mandraguna itu mulai membangun kawasan Songgoriti sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan serta dibangun sebuah candi yang diberi nama Candi Supo[2].

Di tempat peristirahatan tersebut terdapat sumber mata air yang mengalir dingin dan sejuk seperti semua mata air di wilayah pegunungan. Mata air dingin tersebut sering digunakan mencuci keris-keris yang bertuah sebagai benda pusaka dari Kerajaan Medang. Oleh karena sumber mata air yang sering digunakan untuk mencuci benda-benda kerajaan yang konon katanya bertuah dan mempunyai kekuatan supranatural yang dahsyat, akhirnya sumber mata air yang semula terasa dingin dan sejuk akhirnya berubah menjadi sumber air panas, dan sumber air panas itu sampai sekarang menjadi sumber abadi di kawasan Wisata Songgoriti.

Wilayah Kota Batu yang terletak di dataran tinggi di lereng pegunungan dengan ketinggian 700 sampai 1.700 meter di atas permukaan laut, berdasarkan kisah-kisah orang tua maupun dokumen yang ada maupun yang dilacak keberadaannya, sampai saat ini belum diketahui kepastiannya tentang kapan nama “Batu” mulai disebut untuk menamai kawasan peristirahatan tersebut.

Dari beberapa pemuka masyarakat setempat memang pernah mengisahkan bahwa sebutan Batu berasal dari nama seorang ulama pengikut Pangeran Diponegoro yang bernama Abu Ghonaim atau disebut sebagai Kyai Gubug Angin yang selanjutnya masyarakat setempat akrab menyebutnya dengan panggilan Mbah Wastu. Dari kebiasaan kultur Jawa yang sering memperpendek dan mempersingkat mengenai sebutan nama seseorang yang dirasa terlalu panjang, juga agar lebih singkat penyebutannya serta lebih cepat bila memanggil seseorang, akhirnya lambat laun sebutan Mbah Wastu dipanggil Mbah Tu menjadi Mbatu atau Batu sebagai sebutan yang digunakan untuk sebuah kota dingin di Jawa Timur.

Sedikit menengok ke belakang tentang sejarah keberadaan Abu Ghonaim sebagai cikal bakal serta orang yang dikenal sebagai pemuka masyarakat yang memulai babad alas dan dipakai sebagai inspirasi dari sebutan wilayah Batu, sebenarnya Abu Ghonaim sendiri adalah berasal dari wilayah Jawa Tengah. Abu Ghonaim sebagai pengikut Pangeran Diponegoro yang setia, dengan sengaja meninggalkan daerah asalnya Jawa Tengah dan hijrah ke kaki Gunung Panderman untuk menghindari pengejaran dan penangkapan dari serdadu Belanda (Kompeni).

Abu Ghonaim atau Mbah Wastu yang memulai kehidupan barunya bersama dengan masyarakat yang ada sebelumnya serta ikut berbagi rasa, pengetahuan dan ajaran yang diperolehnya semasa menjadi pengikut Pangeran Diponegoro. Akhirnya banyak penduduk dan sekitarnya dan masyarakat yang lain berdatangan dan menetap untuk berguru, menuntut ilmu serta belajar agama kepada Mbah Wastu

Awalnya mereka hidup dalam kelompok (komunitas) di daerah Bumiaji, Sisir dan Temas, namun akhirnya lambat laun komunitasnya semakin besar dan banyak serta menjadi suatu masyarakat yang ramai.

Geografi

Salah satu wilayah perkebunan di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dengan latar belakang Gunung Kawi.

Wilayah Kota Batu terletak di kaki dan lereng pegunungan dan berada pada ketinggian rata-rata 700-1.700 m di atas permukaan laut dengan suhu udara rata-rata mencapai 12-19 derajat Celsius. Batu dikelilingi beberapa gunung, di antaranya adalah:

  • Gunung Anjasmoro (2.277 m)
  • Gunung Arjuno (3.339 m)
  • Gunung Banyak (1.306 m)
  • Gunung Kawi (2.551 m)
  • Gunung Panderman (2.045 m)
  • Gunung Semeru (3.676 m)
  • Gunung Welirang (3.156 m)
  • Gunung Wukir (335 m)

Dengan luas wilayah sekitar 202,30 km², sebagian besar keadaan topografi kota Batu didominasi kawasan dataran tinggi dan perbukitan yang berlembah-lembah yang terletak di lereng dua pegunungan besar, yaitu Arjuno-Welirang dan Butak-Kawi-Panderman. Di wilayah kota Batu, yang terletak di sebelah utara pusat kota terdapat sebuah hutan lebat yang merupakan kawasan hutan lindung, yakni Taman Hutan Raya Raden Soerjo.

Jenis tanah yang berada di kota Batu sebagian besar merupakan andosol, selanjutnya secara berurutan adalah kambisol, latosol dan aluvial. Tanahnya berupa tanah mekanis yang banyak mengandung mineral yang berasal dari ledakan gunung berapi. Sifat tanah semacam ini mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi.

Sebagai layaknya wilayah pegunungan yang subur, Batu dan sekitarnya juga memiliki panorama alam yang indah dan berudara sejuk, tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat lain untuk mengunjungi dan menikmati Batu sebagai kawasan pegunungan yang mempunyai daya tarik tersendiri. Untuk itulah di awal abad ke-19 Batu berkembang menjadi daerah tujuan wisata, khususnya orang-orang Belanda, sehingga orang-orang Belanda itu ikut membangun tempat-tempat peristirahatan (villa) bahkan bermukim di Batu.

Situs dan bangunan-bangunan peninggalan Belanda atau semasa pemerintahan Hindia Belanda itu masih berbekas bahkan menjadi aset dan kunjungan wisata hingga saat ini.

Keindahan alam Batu yang memadukan antara nuansa arsitektur Eropa dan pegunungan yang indah memukau Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta, sehingga setelah Perang Kemerdekaan, Soekarno-Hatta sempat berkunjung dan beristirahat di kawasan Selecta, Batu.

Pemerintahan

 Kantor Walikota Batu.

Secara administrasi, pemerintahan Kota Batu dipimpin oleh seorang wali kota dan wakil wali kota yang membawahi koordinasi atas wilayah administrasi kecamatan yang dikepalai oleh seorang camat. Kecamatan dibagi lagi menjadi desa dan kelurahan yang dikepalai oleh seorang kepala desa dan seorang lurah. Seluruh camat dan lurah merupakan jajaran pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kota, sedangkan kepala desa dipilih oleh setiap warga desa setiap periode tertentu dan memiliki sebuah pemerintahan desa yang mandiri. Sejak 2007, wali kota Batu dan wakilnya dipilih langsung oleh warga kota dalam pilkada, setelah sebelumnya dipilih oleh anggota DPRD kota. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu saat ini adalah Eddy Rumpoko dan Punjul Santoso yang berasal dari PDI Perjuangan.

Perwakilan

Secara konstitusional, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batu (DPRD Kota Batu) merupakan lembaga perwakilan rakyat yang dipilih langsung oleh rakyat Batu pada pemilihan umum legislatif setiap lima tahun sekali. Anggota DPRD Kota Batu periode 2014-2019 adalah 25 orang yang didominasi oleh PDI Perjuangan (5 kursi), Partai Gerindra (4 kursi), dan PKB (4 kursi).[3]. Pimpinan DPRD Kota Batu periode 2014-2019 terdiri dari Cahyo Edi Purnomo (Ketua; PDI-P), Hari Danah Wahyono (Wakil Ketua; Partai Gerindra), dan Nurochman (Wakil Ketua; PKB), yang resmi menjabat sejak 8 Oktober 2014.[4] DPRD Kota Batu hasil Pemilu 2014 tersusun dari 9 partai politik, dengan perincian sebagai berikut:

Partai Kursi
Lambang PDI-P PDI-P 5
Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra 4
Lambang PKB PKB 4
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 3
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 3
Lambang PAN PAN 3
Lambang PKS PKS 1
Lambang Partai Hanura Partai Hanura 1
Lambang Partai NasDem Partai NasDem 1
Total 25

Pembagian administratif

Peta Pembagian Administratif Kota Batu.

Kota Batu terdiri atas 3 kecamatan, yaitu:

  • Batu
  • Bumiaji
  • Junrejo

Kecamatan-kecamatan tersebut dibagi lagi menjadi 20 desa dan 4 kelurahan. Kecamatan Batu pernah menjadi kota kecamatan bagian dari Kabupaten Malang, kemudian bersama dengan Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo yang juga bagian dari Kabupaten Malang, ketiga kecamatan tersebut digabung dan Batu ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif pada tahun 1993. Sejak tanggal 17 Oktober 2001, Batu ditetapkan sebagai kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang.

Perekonomian

Pemandangan pusat kota Batu pada malam hari dari arah Gunung Banyak.

Kawasan alun-alun Batu pada malam hari.

Gunung Semeru dari arah perkebunan di Kecamatan Bumiaji.

Perekonomian Kota Batu banyak ditunjang dari sektor pariwisata dan pertanian. Letak Kota Batu yang berada di wilayah pegunungan dan pembangunan pariwisata yang pesat membuat sebagian besar pertumbuhan PDB Kota Batu ditunjang dari sektor ini. Di bidang pertanian, Batu merupakan salah satu daerah penghasil apel terbesar di Indonesia yang membuatnya dijuluki sebagai kota apel. Apel Batu memiliki empat varietas yaitu manalagirome beautyanna, dan wangling. Batu juga dikenal sebagai kawasan agropolitan, sehingga juga mendapat julukan kota agropolitan. Karena letak geografis yang berada di dataran tinggi, kota Batu banyak menghasilkan sayur mayur, dan bawang putih. Selain itu, Batu juga merupakan kota seniman di mana terdapat banyak sanggar lukis dan galeri seni di kota ini.

Pariwisata

Air terjun Coban Talun.

Pariwisata kota Batu merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Jumlah kunjungan wisatawan ke kota ini merupakan salah satu yang terbesar bersama dengan Bali dan Yogyakarta. Objek wisata kota Batu sangat beragam, dari sejarah, retail, pendidikan, hingga kawasan alam. Di objek wisata Songgoriti terdapat Candi Songgoriti peninggalan Kerajaan Medang dan arca Ganesha peninggalan Kerajaan Singhasari serta tempat peristirahatan yang dibangun sejak zaman Belanda.

Wisata gua

  • Wisata gua terdapat di Cangar dan Tlekung

Air terjun

  • Coban Rais
  • Coban Talun
  • Coban Putri

Pemandian

  • Songgoriti (pemandian air panas)
  • Selecta (pemandian air panas)
  • Cangar (pemandian air panas mengandung belerang)

Agrowisata

  • Arboretum Sumber Brantas (mata air Sungai Brantas)
  • Kusuma Agrowisata (perkebunan apel, stroberi, jambu, dan jeruk, serta tempat outbound)

Perkemahan

  • Taman Hutan Raya Raden Soerjo
  • Gunung Panderman

Keluarga

  • Batu Secret Zoo (Jawa Timur Park 2)
  • Jawa Timur Park 1
  • Batu Night Spectacular
  • Batu Wonderland
  • Eco Green Park
  • Kusuma Waterpark
  • Predator Fun Park

Pendidikan

  • Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu
  • Museum Angkut+
  • Museum Satwa (Jawa Timur Park 2)
  • The Bagong Adventure Museum Tubuh

Akomodasi

Di Kota Batu terdapat banyak tempat akomodasi mulai dari guest house / rumah singgah, villa, losmen, hingga hotel berbintang yang tersebar di beberapa titik strategis kota. Beberapa hotel berbintang di Kota Batu adalah:

Bintang lima
  • Jambuluwuk Batu Resort
  • The Singhasari Resort Batu
Bintang empat
  • Amartahills Hotel and Resort
  • Kartika Wijaya Batu Heritage Hotel
  • Klub Bunga Butik Resort
  • Kusuma Agrowisata Hotel
  • Purnama Hotel
  • Royal Orchids Garden Hotel
Bintang tiga
  • Batu Wonderland Water Resort Hotel
  • Bunga Matahari Guest House and Hotel
  • De View Hotel Batu
  • Elhotel Batu
  • Grand City Hotel Batu
  • Kampung Lumbung Boutique Hotel
  • Pohon Inn Hotel
  • Pondok Jatim Park Hotel & Cafe
  • UMM Inn
  • Zam-Zam Hotel Resort & Convention
Bintang dua
  • Hotel Metropole
  • Pondok Alamanda Hotel
  • Sumber Hotel
  • The Batu Villas
  • Villa Rumah Kayu
  • Hotel Wijaya
Bintang satu
  • Aster Hotel & Restaurant
Rumah singgah
  • Baliku Guest House

Ada pula objek wisata terbaru di Kota Batu berupa wisata udara paralayang. Setiap hari Minggu, di alun-alun Batu diselenggarakan Pasar Wisata Minggu yang menjual makanan khas Batu serta berbagai macam kerajinan tangan. Jawa Timur Park merupakan salah satu tempat wisata paling populer di Jawa Timur.

Di Batu juga terdapat Batu Night Spectacular, merupakan taman hiburan remaja dengan beberapa wahana menyerupai Dunia Fantasi Ancol di Jakarta. Selain itu, ada juga tempat pariwisata pelajar dan keluarga yaitu Museum Satwa. Museum yang bertaraf internasional dan bergaya Yunani ini adalah museum di mana replika satwa di seluruh dunia yang belum punah dan yang sudah punah ada di sini. Kita juga dapat melihat replika kerangka hewan purba. Museum Satwa ini juga pernah menjadi tempat syuting video clip lagu dari The Virgin yaitu Belahan Jiwa. Berbagai sarana kegiatan luar ruang banyak tersedia dan yang paling terkenal adalah Beji Outbound yang terletak di Desa Beji, Kecamatan Junrejo.

Pada tahun 2014, di kota ini dibuka Museum Angkut yang merupakan museum koleksi alat transportasi yang ada di seluruh dunia. Museum ini menjadi museum transportasi pertama dan terlengkap di Asia. Selain itu, pada tahun 2015 di kota Batu juga dibuka The Bagong Adventure Museum Tubuh. The Bagong Adventure Museum Tubuh ini merupakan wisata pendidikan tentang anatomi tubuh manusia. The Bagong Adventure Museum Tubuh ini menjadi museum anatomi tubuh pertama di Indonesia dan terbesar di Asia. Pada tahun 2015 di kota Batu juga resmi beroperasi Predator Fun Park yang merupakan wisata pendidikan dengan koleksi hewan-hewan predator. Predator Fun Park terletak di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo.

Retail

 Lippo Plaza Batu.

 Pasar Apung Nusantara.

Kota Batu memiliki beberapa pusat perbelanjaan mulai dari pusat perbelanjaan modern hingga pasar modern dan tradisional. Pusat perbelanjaan modern ternama di Batu di antaranya adalah Lippo Plaza Batu dan Plaza Batu, sedangkan pasar tradisional ternama di kota Batu adalah Pasar Batu. Selain itu, di Batu juga terdapat pasar terapung yang bernama Pasar Apung Nusantara yang menjadikannya sebagai pasar terapung pertama di Jawa Timur. Kompleks Pasar Apung Nusantara ini menjadi satu kesatuan dari kompleks wisata Museum Angkut di kota Batu.

Kuliner

Masakan

Masakan khas Kota Batu, adalah:

  • Pos Ketan Legenda
  • Sate Kelinci
  • Soto
  • Bakso Batu
  • Sego Bancakan
  • Lalap Ikan Wader

Jajanan pasar

Jajanan pasar khas Kota Batu, adalah:

  • Ketan Manis (yaitu jajanan pasar, terdiri dari ketan, bubuk kelapa dan gula manis)
  • Tape Ketan Hitam (yaitu bisa ditemukan di daerah Cangar, yang dapat menghangatkan tubuh)
  • Tahu Kentaki Dhigadho (yaitu gorengan tahu alami, dengan rasa yang khas rempah-rempah pilihan)

Minuman

Minuman khas Kota Batu, adalah:

  • Es Krim Milco (yaitu es krim buatan rumahan merk MILCO khas Batu)
  • Angsle (sejenis kolak dengan ketan dan serabi juga petulo yang sangat nikmat dengan suasana dingin Kota Batu)
  • Susu KUD Kota Batu

Oleh-oleh

Oleh-oleh khas Kota Batu, adalah:

  • Berbagai produk apel, termasuk: sari apel, jenang dan dodol apel, cuka apel
  • Berbagai keripik: keripik singkong, kentang, dan aneka buah lainnya
  • Berbagai sari buah: Sari buah apel, dan lainnya

Media

Sebagian besar jaringan media cetak maupun elektronik yang ada di Kota Batu juga dapat diterima wilayah Malang Raya lainnya, yaitu Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Televisi

Lokal

  • atv Batu
  • Batu TV (suplai TempoTV)
  • CRTV
  • Dhamma TV
  • Gajayana TV
  • JTV Malang
  • Malang TV
  • MHTV Malang (relai iNews TV)
  • UBTV
  • Bios TV
  • Arema TV
  • Miko TV

Nasional TVRI (lokal TVRI Jawa Timur)

  • RCTI
  • SCTV
  • MNCTV
  • antv
  • Indosiar
  • Metro TV
  • Trans7
  • Trans TV
  • tvOne
  • Global TV
  • NET.
  • RTV (lokal RTV Malang)

Radio

Logo Radio Mitra FM

Di Kota Batu terdapat stasiun radio bernama Radio Mitra FM yang merupakan radio keluarga dengan jangkauan meliputi Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang. Radio ini mengudara di frekuensi FM 97.0 MHz sejak tahun 2007 dan dapat diakses melalui radio online atau live streaming di www.mitrafm.com.

Buletin dan media massa lokal

  • Jawa Pos Radar Malang
  • Malang Post
  • Memo Arema
  • www.batutimes.com
  • ibatu.id